Bibir Penuntun Hati
Karya : Arip Muhammad
“Bibirmu” tidak pernah diam
Mengucapkan sesuatu penuntun hati
Mataku, hanya bisa meram
Telingaku mendengarkan, bukan karena aku tuli
Hati ini terlalu
seperti batu
Tidak pernah lunak
disayat suara “bibirmu”
Namun kini aku tahu ibu
Hati ini masih
menginginkan suara “bibirmu”

0 komentar:
Post a Comment