Wednesday, April 27, 2016

10:52:00 AM
2
Kau tahu hal apa yang bisa mengingatkanku akan eksistensi dirimu?
Aku bilang cukup dengan mengingat ciri yang paling menonjol-lah aku akan selalu mengenang makhluk indah nan luar biasa. Jangan kau tanya siapa namanya. Aku tak cukup sudi mengeja hurufnya satu-satu. Karena bagi seorang Anastasia, memiliki nama berarti tidak memilikinya secara penuh. Karena namamu hanya mampu digenapkan artinya oleh diriku, pribadiku dan privasiku.

Hari ini kisahku mengalir bersama semilir angin untuk lelaki hebat yang dari semalam tidak dapat hanya untuk menunggu balasan, bisa atau tidak ya?
SULA bukan SULE
Anonim
bobo cantik
Aku dibuatnya terkejut setengah mati karena komentarnya atas 'naskah perdanaku' di blogger ini dikirim pada pukul 00.25 WIB. Entah apa yang membuatnya tidak dapat tidur dan baru memberikan komentar selarut itu. Mungkin, kurasa karena ia jatuh cinta dengan kisah yang baru aku tampilkan. Haha..lelaki ini mampu mencuatkan rasa GR-ku jauh lebih besar dari sebelumnya. Ia sanggup memaksaku untuk lebih jatuh cinta pada huruf-huruf dan spasi milik Dee Lestari.
Baiklah, karena ia memintanya dengan permohonan sungguh, maka kukabulkan saja biar tak ada butir-butir permata nantinya. Jreng-jrengg... VoilĂ ... 

Aku mengenal pria ini dua tahun lalu, tepat ketika kami sedang asyik bergumul dengan presentasi 'pemilihan KOMTI'. Dan, dia salah satu yang berani mencalonkan diri. Sombong sekali, kupikir saat itu. Tapi harus kuakui memang...badannya tegap dan bagiku yang petit ini ia tak seharusnya merasakan nikmatnya menjadi seorang guru. Ya, karena postur tubuhnya yang mirip bapak-bapak TNI. Ia sepertinya lebih cocok bertemu dengan rumput, ilalang, senjata juga baju loreng. Pasti jauh lebih gagah! Sayang sekali. Suatu kali pernah kudengar bibir seksinya komat-kamit dengan sendunya bilang ia pernah mencoba mendaftar dengan gigih, namun akhirnya harus menyerah karena tawaran Bapak DIKTI yang tersayang. Hey, siapa yang tidak mau sekolah gratis dan dapat gaji fantastis Rp. 1.550.000,00 per bulannya? Padahal kerjamu hanya belajar. Makan disiapkan, kuliah tidak berbayar sepeserpun dan terlebih lagi iming-iming sertifikasi yang faktanya sudah terbukti satu kali gaji pokok. Itupun belum ditambah dengan uang lauk-pauk, transportasi, tunjangan untuk guru di daerah terpencil de-el-el. Wah... kesempatan emas itu. Hanya orang yang benar-benar pintar mau menolaknya.

Sekilas, ia hanya anak laki-laki yang biasa saja. Tidak ada yang istimewa, selain gaya khasnya yang doyan sekali mengancingkan baju hingga titik terakhir. Aku tidak begitu tahu referensi gaya tahun berapa yang ia pakai. Tapi satu yang bisa kubandingkan adalah, ia pasti tak pernah akrab dengan  "Lupus", preman sekolah dekade 80-an. Karena Lupus tidak mengenal gaya itu. Jadi, mungkin saja ia mencontek dekade sebelum dan setelah Lupus musnah di jagad perfilman Indonesia.
Yang aku takjubkan darinya adalah "SULA". Aku tidak tahu padanan apa yang cocok untuk mendefinisikan arti kata sula. Sula yang kumaksud berasal dari bahasa Aceh dan biasanya ditujukkan untuk seseorang yang kehilangan helaian rambut lumayan banyak dan menyisakkan sedikit ruang pada dahinya sehingga dahi kelihatan menjorok keluar dan lebih kinclong. Jika kau belum mengerti maka bayangkan saja penampakkan wajah seorang professor. Kau akan menemukan model yang tepat untuk orang yang kumaksud.

Terlepas dari semuanya, pria ini adalah pria yang luar biasa. Kau tidak akan menemukannya diam di sudut ruangan karena itu pasti bukan dia. Kepribadiannya yang superaktif, super-reaktif dan super-super lainnya kadang membuat risih sekitarnya. Aku ingat ia pria yang tak akan sudi menolak untuk diajak jalan kaki meski di siang bolong. Jika setidaknya kau pernah menginjak tanah Bengkulu, maka kau tak akan cukup berbesar hati untuk menemani seseorang mencari laptop sambil jemur-jemuran terkena sengat matahari. Sayangnya itu tak akan pernah berlaku bagi pria jenis ini. Aku sadar betul hal itu.

Satu di antara banyak hal yang membuat aku mengerti adalah dengan cara-cara sederhana seperti itulah ia mencintai kehidupannya. Aku belajar banyak dari pria setengah botak ini. Caranya mencintai diri sendiri dan sesama juga terbilang unik. Untuk sementara aku mencintai cara itu dan hidup di dalamnya, meski pada awalnya aku merasa aku akan kembali mengecap masa kecilku. Tapi bukankah setiap dari kita merindukan masa-masa itu? Ya, karena di sanalah aku menemukan keajaiban layaknya puteri kerajaan dengan perpaduan magic tongkat ibu peri. Pria perkasa ini mengajarkanku tentang kembali pada fitrahku sendiri, bukan pada fitrah-fitrah yang lain.

Beberapa hari yang lalu ia menghadiahkanku sepotong kecil cinta. Katanya jangan pernah mencintai sesuatu atau seseorang lebih dari Penciptamu. Aku manggut-manggut seperti anak SD kelas 1 mendengarkan ceramah gurunya. Dan aku menerawang lebih tinggi, lebih jauh dan lebih dalam dari biasanya. Jika biasanya aku hanya mendengarkan kata itu sepintas, maka kini kata itu menjadi slogan.

Ia bahkan tak lupa menitipkan pesan. Katanya
"Setiap manusia punya masa lalu yang kelam. Itu pasti, mutlak dan absolut. Jadi, tetaplah berdiri menjadi dirimu sendiri"
Di akhir perbicangan kami, ia menyeletuk
"Aku ngomong kayak gini biar nanti kalau aku ada salah, kau ingatkan aku selalu"
Betapa sederhananya ia. Pria ini-dengan sulanya- mampu menyadarkanku bahwa cinta adalah sesuatu yang aneh dan hanya dapat diungkapkan dengan cara yang aneh.

Aku tak perlu menjelaskan mengapa aku begitu memaksakan diri menulis sepatah dua kata tentangnya, karena alasanku terletak pada pria dengan batang besar yang sedang kuceritakan ini. Tanyakan padanya seperti apa aku adanya maka kau akan menemukanku di sana. Jika kau ingin menemukannya, maka datanglah padaku. Kisah singkat ini hanyalah sedikit dari yang seharusnya bisa aku bagikan.


Karena kau telah menjadikan aku ada, maka terimakasih sederhana inipun milikmu seutuhnya. Karena beginilah caraku mencintaimu. Cara yang ekstrem, cara yang aneh, cara yang tak biasa dari biasanya. Tapi aku mengaguminya.

Kau tahu, aku telah menjadi penulis di hatimu dan akan selamanya seperti itu. Kita adalah laskar-laskar pelangi yang baru, seperti katamu sayang.


Bengkulu, 28 Maret 2016
Untuk Abang yang kini menantikan gambaran tentang dirinya. Aku baru sadar ini pukul 12.59 A.M dan kau berhasil menaklukanku. Terimakasih telah memberikanku tantangan job yang tak biasa dari biasanya.



2 komentar:

  1. Thank you, write about me ... Good Luck Anstasia ..
    Your Best Writter
    :-t

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami Arip. Tetaplah menulis dan menjadi penulis sejati. :-b

      Delete

 
---Script Google analystic---